Rabu, 11 Juli 2018

PILKADA 2018


Pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak yang di gelar belum lama ini dijadikan ajang untuk perebutan bangku kepala daerah, setiap daerah memiliki calon dan wakil kepala daerah masing-masing, penulis akan menjabarkan tentang daerah penulis sendiri yang bertepatan di daerah Bogor tepatnya Kp.Tajurhalang Rt02/Rw01 Kec.Tajurhalang Kab.Bogor dari calon yang mengajukan partai yang mendukung dan tata cara pemilihan di kampung penulis sendiri.
Mari kita bahas mengenai calon dan wakil calon kepala daerah di Bogor, yang memegang nomor urut pertama adalah Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi yang memiliki VISI mewujudkan Jawa Barat yang adil, sejahtera, dan berkarakter. Menurut penulis pribadi dengan masa jabatan kurang lebih 5 tahun dalam satu periode mewujudkan jawa barat yang adil akan sulit di tempuh dengan cara perbaikan moral dari pejabat daerah ini dikarnakan Deddy maupun wakilnya tidak memiliki gambaran bagus sebagai panutan, dalam berlogika pun jika panutan kita tidak bertindak seperti yang kita harapkan dan cendrung tidak melakukan perubahan dan nyaman dengan keadaan yang sudah ada serta tidak berusaha mengubahnya untuk apa di pilih sebagai pemimpin, yang kedua sejahtera ini yang selalu menjadi dambaan bagi semua warga indonesia untuk mewujudkan ini calon dan wakil harus merubah perda Bogor menjadi hukuman berat bagi aparat negara dari tingkat Rt sampai dengan pemerintah kabupaten dan diatasnya yang melanggar dan menyelewengkan hak-hak warga daerah, ketiga berkarakter, karakter dikaitkan dengan ciri khas yang dimiliki daerah tersebut menurut penulis visi ini yang paling mudah di wujudkan pertama karna mengangkat cirikhas daerah itu menjadikannya lebih berkarakter dan dapat meningkatkan pendapatan pariwisata maupun kuliner daerah tersebut
Nomor urut 2 Mayjen TNI (purn) sudrajat dan Ahmad Syaikhu maaf penulis tidak dapat berkomentar panjang tentang calon ini karna kekurangan sumber yang valid, menurut penulis jika purnawirawan TNI menjabat menjadi kepala daerah akan ada dua kemungkinan yang pertama menjadi bagus karna tegas jika A yang di usahakan maka A yang akan di dapatkan prinsip TNI namun yang kedua jelas TNI memiliki banyak koneksi dan ini juga penghambat pengambilan keputusan kepala daerah karna terlalu banyak di pengaruhi sehingga keputusan murni sering kali sulit di capai

Nomer urut 3 Mochamad Ridwan Kamil dan Rurzhanul Ulum visi dan misi dari pasangan ini adalah menghadirkan Jawa Barat juara lahir batin yang memiliki manusia beriman, bahagia dan berkulaitas, membangun ekonomi yang bedaya saing, berkelanjutan dan merata sejahtera di desa maupun di kota, serta menerapkan tata kelola pemerintah yang baik, dan misi pasangan calon ini adalah
 1.menghadirkan manusia jawa barat yang beriman, bertaqwa, serta mendorong peran tampat ibadah sebagai sentra keilmuan dan interaksi sosial
2. Melahirkan manusia Jawa Barat yang Bahagia, Berkualitas, dan Produktif
3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, keuangan daerah yang sehat, dan iovasi pembiayaan pembangunan untuk mendorong pembangunan Jawa Barat
4.Membangun infrastruktur wilayah/desa dan kota di Jawa Barat yang mampu mempercepat pertumbuhan dan ekonomi, serta meningkatkan konektivitas baik antarkota/kabupaten di Jawa Barat maupun Jawa Barat dengan provinsi lainnya di Indonesia.
5. Mendorong Daya Saing Ekonomi yang berkelanjutan di Desa dan Kota dan Ekonomi Umat dalam rangka menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Jawa Barat.
Nomer urut 4 TB Hasanudin dan Anton Charliyan dengan visi Terwujudnya rakyat Jawa Barat makmur berbasisikan sumber daya alam dan budaya serta misi
1. Menjadikan manusia Jawa Barat yang bersumberdaya, berdaya saing, berbasis nilai-nilai agama dan budaya
2. Mempercepat pembangunan infrastruktur berbasis keserasian lingkungan dan tata ruang
3. Mewujudkan Jawa Barat sebagai sumber pangan daerah nasional
4. Membangun pusat-pusat kegiatan ekonomi yang terintegrasi dan merata
5. Mewujudkan kinerja birokrasi yang bersih, profesional, dan berintegritas


Tata cara pemilihan kepala daerah di tempat penulis pertama pak Rt memberikan surat hak pilih kepada warga yang telah memiliki ktp 2 hari sebelum pemilihan berlangsung pemilihan diadakan di Jl.pemakaman umum dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang peserta pemilih dapat membaca visi misi setiap calon pasangan di depan gerbang TPU tajurhalang, panitia pelaksana dari mulai Pak Rt, Rw, Dusun, dan aparat lain seperti hansip dan ketua karang taruna, calon pemilih datang kemudia menyerahkan surat hak pilih kepada panitia kemudai menunggu sampai namanya di panggil kemudia di berikan 2 surat untuk di coblos satu untuk kepala daerah satu untuk gebernur jawa barat kotak tps hanya terdapat dua jadi pasti harus mengantri namun banyak saja yang memilih golput dan tidak perduli akan masa depan daerahnya, itulah tata cara pemilu di daerah penulis, atas ketersediaan membaca tulisan saya yang masih berantakan dan tidak ada acuan saya ucupkan terimakasih.

Tidak ada komentar: